Manusia dihadirkan ke muka bumi ini sebagai khalifah dengan kawajiban untuk beribadah kepada-Nya. Salah satu ibadah yang pertama kali akan dihisab di alam kubur nanti adalah sholat. Apabila bagus sholatnya, maka akan bagus pula ibadahnya yang lain.

Dalam satu hari kita diwajibkan untuk menjalankan ibadah sholat fardhu 5 waktu, yaitu sholat Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’. Disamping banyak ibadah-ibadah sunnah lainnya yang dapat kita lakukan untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

Kita telah mengetahui waktu-waktu untuk menjalankan ibadah sholat fardhu tersebut. Namun demikian, perlu kita perhatikan pula bahwa Allah SWT mengharamkan waktu-waktu tertentu untuk sholat. Waktu-waktu yang terlarang untuk sholat tersebut diantaranya adalah:

  1. Dari Ibnu Abbas ra berkata, “Datanglah orang-orang yang diridhai dan ia ridha kepada mereka yaitu Umar, ia berkata bahwasanya Nabi SAW melarang sholat sesudah Subuh hingga matahari bersinar, dan sesudah Ashar hingga matahari terbenam.” (HR Bukhari)
  2. Dari Ibnu Umar ra berkata, “Rasulullah SAW bersabda: Apabila sinar matahari terbit maka akhirkanlah (jangan melakukan) sholat hingga matahari tinggi. Dan apabila sinar matahari terbenam, maka akhirkanlah (jangan melakukan) sholat hingga matahari terbenam.” (HR Bukhari)
  3. Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW melarang dua sholat. Beliau melarang sholat sesudah sholat Subuh sampai matahari terbit dan sesudah sholat Ashar sampai matahari terbenam. (HR Bukhari)
  4. Dari Muawiyah bin Abu Sufyan ra, ia berkata (kepada suatu kaum), “Sesungguhnya kamu melakukan sholat (dengan salah). Kami telah menemani Rasulullah SAW, kami tidak pernah melihat beliau melakukan sholat itu karena beliau telah melarangnya, yaitu dua raka’at sesudah sholat Ashar.” (HR Bukhari)
  5. Dari Uqbah bin Amir ra, “Rasulullah SAW melarang sholat pada tiga saat: (1) ketika terbit matahari sampai tinggi, (2) ketika hampir Dhuhur sampai tergelincir matahari, (3) ketika matahari hampir terbenam.” (HR Bukhari)
  6. Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW telah melarang sholat pada waktu tengah hari tepat (matahari di atas kepala), sampai tergelincir matahari kecuali pada hari Jumat. (HR Abu Dawud). Menurut jumhur ulama, sholat ini adalah sholat Tahiyyatul Masjid, selain sholat ini tetap dilarang melakukan sholat apapun.
  7. Rasulullah SAW telah bersabda, “Matahari terbit dengan diikuti setan. Pada waktu mulai terbit, matahari berada dekat dengan setan, dan ketika telah mulai meninggi berpisah darinya. Pada waktu matahari berada tepat di tengah-tengah langit, ia kembali dekat dengan setan, dan ketika telah zawal (condong ke arah barat) ia berpisah darinya. Pada waktu hampir terbenam, ia dekat dengan setan, dan setelah terbenam ia berpisah lagi darinya.” (HR Nasa’i).

Sumber: Buku Gaptek (Gampang Praktek) Sholat Dhuha Setiap Pagi, Kunci Meraih Rezeki Sepanjang Hari, oleh Ustadz Yusuf Mansur.

Advertisement